Don't miss

Dari jantung ke disfungsi ereksi

By on October 17, 2012
disfungsi-ereksi

Sejumlah penelitian, di antaranya oleh Asia Pacific Society for Impotence Research (APSIR), telah membuktikan bahwa para penderita jantung koroner, selain harus berjuang melawan rasa sakit karena penyakit jantung koroner, cepat atau lambat biasanya sebagian besar dari mereka juga menanggung derita akibat disfungsi ereksi atau impotensi. hal itu. Ibaratnya, sudah jatuh, tertimpa tangga. Hasil penelitian APSIR terhadap 30 pasien pasca-operasi pintas jantung menunjukkan, sebesar 57 persen mengalami disfungsi ereksi setelah 1-2 tahun.

Kenapa bisa demikian?

Karena penyumbatan pembuluh darah atau atherosklerotik tidak pilih-pilih. Kalau terjadi di arteri jantung, terjadi juga di arteri yang menuju penis.

Selain itu, obat-obatan yang membantu mengurang imasalah yan berubungan dengan sakit jantung, seperti obat kolesterol, obat hipertensi, beberapa diantaranya menyebabkan efek disfungsi ereksi. Buah simalakama.

Penelitian lain, juga oleh APSIR, menyebutkan petaka disfungsi ereksi pada pasien yang pernah mendapat serangan jantung mencapai 59 persen. Sedangkan pada orang yang tidak pernah mendapat serangan jantung, insiden disfungsi ereksi “hanya” 35 persen. Data petaka ganda bagi penderita jantung koroner itu menjadi perbincangan menarik dalam salah satu sesi simposium “Pendekatan Holistik Penyakit Kardiovaskuler” di Jakarta,

Beberapa obat yang biasa diberikan oleh ahli bedah urologi misalnya penyuntikan obat Papaverin-Fentolamin, yang bisa membuat ereksi optimal. Suntikan pertama ke batang penis memang dilakukan oleh dokter di klinik. Namun, suntikan berikutnya bisa dilakukan sendiri. Injeksi dilakukan lima belas menit sebelum hubungan seksual dilakukan. Dan obat itu akan menimbulkan efek ereksi kira-kira sampai setengah jam.

Hati hati penderita penyakit jantung yang sedang menggunakan obat mengandung nitrat, misalnya, tidak boleh mengonsumsi obat seperti Viagra, yang berbahan aktif sildenafril sitrat. Obat mengandung nitrat organik umumnya digunakan untuk mengatasi gejala angina pectoris (sakit di dada). Akan fatal akibatnya bila pada saat bersamaan pasien mengonsumsi sildenafril sitrat., karena dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah rendah (hipotensi) berat, yang bisa mengancam jiwa,

About drphaidon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>